Prostitusi Online Resahkan Warga Surabaya


Pic
shadow

Surabaya - Maraknya situs prostitusi online berslogan 'Komunitas Cewe Bayaran Atau sejenisnya", menjadikan masyarakat Kota Surabaya mulai resah terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga.

Seperti halnya Marsita warga Tenggilis Mulyo, Surabaya ini menggungkapkan, dengan banyak beredarnya situs prostitusi online ini membuat keresahan kepada diri saya, pasalnya anak saya sudah beranjak dewasa dan lebih takutnya lagi ini akan mempengaruhi suami saya " kan wajar lelaki itu sifatnya ingin mencoba hal yang baru, ungkapnya Selasa (13/2).

Lebih lanjutnya prostitusi online ini membuat saya khawatir karena saya mempunyai anak yang duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang setiap harinya membuka internet "saya khawatir situs ini mempengaruhi pikiran anak saya", ujarnya kepada ceeklog.com

Hal Senada juga diungkapkan oleh Rokimah warga Jemur Sari, Surabaya, munculnya prostitusi online ini menjadikan kekhwatiran saya" coba dibayangkan, kota ini sudah banyak tempat-tempat prostitusi belum lagi prostitusi yang berkedok panti pejet, dan ditambah lagi prostitusi online ini menjadikan gudangnya Kota esek-esek, ujarnya.

Seperti diketahui rata-rata tarif wanita remaja usia 17 hingga 21 tahun dibandrol  Rp 1 juta hingga 5 juta. Sedangkan dari luar Surabaya mulai Rp 750 ribu hingga Rp 5 juta. "Itu kalau kota besar lainnya di luar Jawa Timur.
 
Sementara itu, berdasarkan pantauan wartawan ceeklog.com, ada sejumlah situs dan jejaring sosial yang digunakan oleh mucikari untuk berjualan jasa pemuas shawat ini demi meraih keuntungan yang cepat ini.

Beberapa bulan yang lalu Polrestabes Kota Surabaya membongkar sindikat bisnis esek-esek atau biasa disebut perdagangan wanita lewat blackberry messenger, dengan otak pelakunya Yunita (34 tahun) alias Keyko yang kini tengah menjalani hukuman 1,5 tahun penjara. (ibu)

12 Februari 2013